Lima Puluh tujuh hari
Geliat semangat gundah melayani
20 Oktober 2008 cahaya visi mendadak pergi
Tinggalkan kebingungan dan cercaan sakit hati
Kenapa Tuan biarkan kami menanggung luka itu sendiri
Kenapa Tuan menari di gelap sepinya sunyi ini
Kenapa masalah Tuan-Tuan harus membenamkan karsa dan asa kami
Melangkah di jalan berjelaga tanpa peta arah
Menatap cinta yang makin memudar pasrah
Melihat sekeliling sahabat yang bersikap terserah :
Menunggu kepastian tanpa jerah
Atawa pergi dengan marah
Why you have gone
when together we shone
leading a market where competition had never been known
Now, still waiting for everybody won by their own...
Minggu, Desember 14, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar